INDONESIA GOLF COURSE OWNER ASSOCIATION
CONTACT US
Phone. (+62-21) 5790-3545
Fax. (+62-21) 5790-0477
Email:
info@aplgi.org  
HOME        ABOUT US        NEWS         MEMBER       GALLERY       LINK       CONTACT US
 
NEWS

19 August 2015
APLGI Rayakan HUT ke-20

Ketua Umum, Dewan Pengawas, Jajaran Pengurus, dan anggota merayakan HUT APLGI

Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) merayakan ulang tahun yang ke-20 di Sentul Highlands Golf Club, Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8). Acara istimewa ini dihadiri para anggota dari lapangan berbagai kota, perwakilan agent, pegolf pro, dan media.

Ibarat manusia, usia 20 tahun menandakan mulai dewasa. “Kita harapkan APLGI menjadi organisasi yang dewasa, harus lebih berguna untuk anggota-anggotanya, baik untuk internal maupun untuk masyarakat secara luas,” kata Hendro S. Gondokusumo selaku Ketua Umum APLGI. 

Selama satu tahun memimpin APLGI, Hendro merasa APLGI adalah organisasi yang istimewa. Walaupun anggota-anggotanya tersebar di berbagai wilayah Indonesia, tapi suasana akrab dan kekeluargaan selalu mewarnai organisasi ini. “Saya merasa APLGI adalah organisasi yang sangat kompak. Pengurusnya pun tidak selalu tergantung pada Ketua Umum, mereka bisa tetap menjalankan program secara bertanggung jawab. Siapa pun bisa memberikan pendapat demi kemajuan bersama. Saya mau kita selalu open untuk menerima masukan dari siapa saja,” jelas Hendro, pengusaha yang memiliki banyak pengalaman berorganisasi.

Keberadaan APLGI diharapkan tapi menjadi wadah bersama bagi para pemilik lapangan golf sehingga secara bersama-sama pula dapat mengembangkan industri lapangan golf di Indonesia. Dengan bergabung di satu organisasi yang sama, para anggota diharapkan bisa saling mendukung dan mencari solusi dalam menghadapi persoalan bersama. Apalagi industri lapangan golf di Indonesia saat ini belum mendapatkan perhatian dan dukungan yang maksimal dari pemerintah dan masyarakat luas.

Kesan bahwa usaha lapangan golf  ‘dianaktirikan’ masih terasa. Dibuktikan dengan masih banyaknya peraturan yang kurang mendukung perkembangan usaha ini, seperti kebijakan tarif PBB yang tinggi. Golf dianggap sebagai olahraga kaum elite semata, sehingga dianggap tidak menguntungkan bagi masyarakat luas. Pemerintah dan masyarakat masih belum memahami efek perkembangan ekonomi untuk masyarakat sekitar dari keberadaan sebuah lapangan golf. Bahkan dalam berapa tahun terakhir secara terang-terangan ada pihak tertentu yang menyatakan ‘perang’ dengan golf dengan melarang para pejabat negara untuk bermain golf.

Fakta-fakta tersebut tentunya menjadi gangguan yang harus ditindaklanjuti sehingga tidak mengganggu perkembangan industri lapangan golf. Perlu upaya besar untuk meyakinkan dan membuktikan bahwa keberadaan lapangan golf dapat ikut berperan dalam mendorong pembangunan Indonesia.

Saat ini bisnis lapangan golf tidak hanya berkembang di negara-negara maju seperti negeri Paman Sam Amerika Serikat, tapi juga sudah merambah ke negara-negara Asia Tenggara. Thailand dan Malaysia mendapatkan untung besar dari wisata golf. Keberadaan lapangan-lapangan golf di negara mereka menjadi salah satu daya tarik untuk mendatangkan wisatawan dari mancanegara. Tahun 2012, Thailand bisa mendatangkan sekitar 750 ribu wisatawan golf, naik 50% dari tiga tahun sebelumnya. Dengan peningkatan yang terus naik siginifikan, Thailand optimis bersaing dengan Spanyol yang menjadi destinasi wisata golf dunia. Pada tahun 2002, Thailand menghasilkan sekitar US$ 2,88 miliar dari wisata golf.

Soal kualitas dan pelayanan lapangan golf di Indonesia jelas tidak kalah. Seperti yang dinyatakan President & Chief Executive IAGTO Peter Walton, kualitas lapangan Indonesia sangat baik. Selain itu, hospitality yang ditawarkan juga istimewa, di atas nilai rata-rata yang ditawarkan di negara Asia Tenggara lainnya. Para staf di lapangan tidak hanya ramah, tapi juga memiliki kemampuan yang baik. Bahkan para kedi dinilainya sebagai kedi terbaik di dunia. Dia memprediksikan bahwa pariwisata golf di Indonesia berpeluang besar untuk terus meningkat.

Tapi, untuk mencapai harapan itu tentu tidak mudah. Lapangan golf tidak mungkin bekerja sendirian. Dukungan pemerintah, media, dan masyarakat sangat diperlukan. Dan yang tidak kalah penting harus ada kolaborasi di antara lapangan golf. Di sini lah APLGI harus mempermainkan perannya. APLGI sebagai organisasi harus bisa menjembatani kepentingan bersama ini. Hal tersebut menjadi PR besar APLGI yang sudah berusia 20 tahun.

“Apa yang kita rencanakan step by step mulai berkembang, walau pun belum sempurna. Target saya adalah lebih mempromosikan lapangan-lapangan golf di Indonesia. Pembenahan di internal lapangan juga harus dilakukan, apalagi saat ini pemerintah sudah mulai menerapkan sertifikasi lapangan golf,” jelas Hendro.

Peran pengurus yang aktif, kreatif, dan bertanggung jawab berperan besar untuk menentukan apakah tujuan organisasi ini berhasil. Tapi itu semua tidak akan artinya jika para anggota tidak memberikan dukungan dengan tindakan yang nyata.

Selamat Ulang Tahun APLGI, semoga dengan semakin dewasa, semakin dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota!

LATEST NEWS
Badan Profesi PGI Gelar R&A Rules School Level I
Bank BRI-JCB Indonesia Open 2016 - George dan Danny Ingin Banggakan Indonesia
Bank BRI-JCB Indonesia Open 2016 - Gaganjeet Bhullar Ambisi Jadi Juara Lagi
PEMBUKAAN MIZUNO GOLF SCHOOL DAMAI INDAH GOLF-PIK COURSE
APLGI Dukung Superintendent Tambah Ilmu
Hobi Main Golf? Ini Manfaatnya!
Pegolf legendaris Arnold Palmer Tutup Usia
PON XIX - DKI Raih Satu Emas, Jawa Timur Juara Umum
PON XIX - Jawa Timur Panen Emas Golf
 
Other News
 
 
Search
Please enter your search criteria
Copyright © 2015 - 2018 . Indonesian Golf Course Owner Association (APLGI)