INDONESIA GOLF COURSE OWNER ASSOCIATION
CONTACT US
Phone. (+62-21) 5790-3545
Fax. (+62-21) 5790-0477
Email:
info@aplgi.org  
HOME        ABOUT US        NEWS         MEMBER       GALLERY       LINK       CONTACT US
 
NEWS

09 March 2015
Golf Harus Jadi Gaya Hidup Anak Muda

APLGI memasuki era baru. Memiliki ketua umum baru, Hendro S. Gondokusumo, pemilik Golf Graha Famili – Surabaya  yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO PT Intiland Development Tbk. Dengan adanya pemimpin baru, tentu ada harapan baru.

Hendro yang akan memegang jabatan Ketum periode tahun 2014-2018 pun sudah siap dengan jurus barunya untuk membawa APLGI menjadi organisasi yang lebih berkembang. Targetnya, selama empat tahun ke depan APLGI harus memberikan lebih banyak manfaat untuk para anggota. Sadar bahwa kebersamaan menjadi kekuatan organisasi ini , langkah pertama yang dilakukan adalah merangkul para pemilik 52 lapangan golf yang sudah menjadi anggota APLGI. Dalam sebuah acara jamuan makan siang di Jakarta, Hendro bertukar pikiran dan menampung berbagai masukan dari para koleganya itu.

Tantangan industri lapangan golf di Indonesia semakin berat. Tanpa adanya kebersamaan dan kerjasama dari para pelaku di industri, tentu tidak mudah untuk survive. APLGI  harus menjadi wadah untuk berjuang bersama mewujudkan cita-cita untuk menjadikan industri ini sebagai industri yang lebih berkembang dan bermanfaat untuk kepentingan bersama.

Berikut ini kutipan wawancara Golf Course dengan sang ketua umum.

 

Apa alasan pribadi Anda menerima jabatan Ketua Umum APLGI?

Menurut saya ini adalah kebersamaan. Kalau semua yang ada di industri lapangan golf tidak aktif, itu tidak benar juga. Saya mau menjadi bagian dari organisasi ini. Saya menerima tawaran ini, terutama juga karena dorongan dari Pak Murdaya Po yang sebelumnya sudah menjadi Ketua Umum APLGI.

 

Bagaimana pandangan Anda tentang APLGI?

Sebagai organisasi pemilik lapangan golf, saya melihat para anggota APLGI  tidak seakrab seperti dalam beberapa organisasi lain, seperti REI (Real Estate Indonesia, red). Hal ini dikarenakan mereka lebih menyerahkan kepada para profesionalnya. Mungkin karena sebagian dari mereka tidak main golf. Tapi, saya merasa untuk hal-hal tertentu para pemilik lapangan golf harus tetap mengambil peranan secara langsung.

 

Karena alasan itu lah Anda langsung para pemilik lapangan golf setelah terpilih sebagai ketua umum baru APLGI?

Ya. Pertama, saya ingin minta dukungan. Kedua, saya ingin mendengar masukan dari mereka. Secara pribadi saya merasa jumlah pemain golf di Indonesia agak menurun, tapi beberapa teman memiliki pendapat yang berbeda. Kami sepakat untuk memikirkan bagaimana caranya agar jumlah pemain golf di Indonesia tetap banyak. Kami mulai memikirkan untuk men-training paran pemain junior di tiap lapangan.

 

Hasil lain yang Anda tangkap dari hasil pertemuan itu?

Dari sana kelihatan bahwa kebersamaan tetap diinginkan. Selain itu kami juga membicarakan tentang keinginan untuk memaksimalkan pendapatan. Kalau jumlah pemain golf yang datang di hari biasa tidak begitu banyak, kami ingin memaksimalkan masukan saat weekend. Kami sedang mempelajari hal ini. Kelihatannya banyak hal yang bisa kita negosiasikan dan lakukan bersama. Misalnya bagaimana bisa bersama-sama mendapatkan harga murah untuk penyediaan alat-alat di lapangan golf. Saya akan menjadikan acara pertemuan ini sebagai salah satu agenda rutin kegiatan APLGI.

 

Apa target jangka pendek kepengurusan baru ini?

Kami ingin membantu PGI (Persatuan Golf Indonesia) untuk menambah jumlah pemain. Saya harapkan setiap lapangan mau berperan aktif, sehingga setiap lapangan memiliki pemain junior. Dengan demikian, PGI bisa mengadakan pertandingan antar klub secara berkala. Hal itu bisa membuat semakin banyak anak muda  yang mau main main golf. Lantas, baru kita mulai untuk menjual golf itu. Kami juga memikirkan tentang masalah penyediaan peralatan yang dibutuhkan di laangan golf. Menurut saya, jumlah pemain golf kita kurang tapi cost yang harus kita keluarkan terus naik. APLGI juga akan membantu melakukan publikasi lapangan-lapangan golf kita. Salah satunya melalui website yang akan kita perbaharui. Website ini nantinya juga harus mendukung promosi pariwisata golf.

 

Bagaimana posisi saing lapangan-lapangan golf Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain?

Kalau bicara soal lapangan kita nggak kalah. Tapi, kita masih kurang di promosinya.

 

Lalu, siapa yang seharusnya gencar berpromosi?

Promosi seharusnya dilakukan bersama-sama, termasuk peran pemerintah melalui dinas pariwisata. Sekarang saya ambil inisiatif, asosiasi yang membantu para anggotanya. Coba bikin konsep paket wisata golf. Kita bisa bekerja sama dengan travel agent. Misalnya paket untuk bermain golf di Bogor dan sekitarnya Atau mungkin di Surabaya dan kota-kota lain.

 

Apakah bisnis lapangan golf di Indonesia masih menarik?

Sebenarnya di Indonesia, keberadaan lapangan golf masih ke arah penyediaan fasilitas. Tapi saya melihat ada beberapa lapangan golf yang ditangani secara profesional dan sangat menguntungkan. Keberadaan lapangan golf tidak bisa dilihat dari profit saja. Ada nilai-nilai sosial lainnya, tidak bisa dilihat pure untuk bisnis saja. Lapangan golf menjadi daerah terbuka hijau dan penyedia O2, baik untuk lingkungan sekitarnya. Tidak sedikit yang merasakan manfaat dari adanya lapangan golf. Banyak orang yang mendapatkan penghasilannya di lapangan golf. Banyak menyerap tenaga kerja.

 

Apa tantangan terbesar industri lapangan golf Indonesia saat ini?

Sebenarnya lebih ke arah dunia berkembang. Anak-anak muda kini mempunyai caranya sendiri. Ada kafe di mana-mana. Bagaimana caranya kita bersaing dengan kafe kafe itu sehingga anak muda tertarik untuk bermain golf. Bagaimana caranya golf dijadikan gaya hidup, khususnya untuk anak-anak muda. Itu baru bisa ok. Lebih sehat dan menjadi hiburan untuk anak-anak muda. Mereka bisa membebaskan pikiran sekaligus berolahraga di lapangan hijau dengan udara yang bagus.

 

Pola kepemimpinan apa yang akan Anda terapkan?

Yang bagus dari Pak PO akan kita teruskan. Saya ingin lebih banyak orang berpartisipasi. APLGI ini milik kita semua, bukan hanya beberapa orang saja. Pengurus harus aktif memberi usulan kalau mereka merasa menjadi bagian organisasi ini. Bagaimana caranya supaya kita sudah masuk APLGI dan betul-betul berguna untuk lapangan golf kita. Saya ingin semuanya harus aktif.

LATEST NEWS
Badan Profesi PGI Gelar R&A Rules School Level I
Bank BRI-JCB Indonesia Open 2016 - George dan Danny Ingin Banggakan Indonesia
Bank BRI-JCB Indonesia Open 2016 - Gaganjeet Bhullar Ambisi Jadi Juara Lagi
PEMBUKAAN MIZUNO GOLF SCHOOL DAMAI INDAH GOLF-PIK COURSE
APLGI Dukung Superintendent Tambah Ilmu
Hobi Main Golf? Ini Manfaatnya!
Pegolf legendaris Arnold Palmer Tutup Usia
PON XIX - DKI Raih Satu Emas, Jawa Timur Juara Umum
PON XIX - Jawa Timur Panen Emas Golf
 
Other News
 
 
Search
Please enter your search criteria
Copyright © 2015 - 2018 . Indonesian Golf Course Owner Association (APLGI)